Program GEMA Jadi Salah Satu Komitmen Kerja PPPK Kukar
Bupati Kukar Edi Damansyah berasama para PPPK yang baru dilantik
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Program Gerakan Etam Mengaji (GEMA) menjadi salah satu
poin utama dalam perjanjian kerja bagi seluruh Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
(Pemkab Kukar).
Hal ini ditegaskan
langsung Bupati Kukar Edi Damansyah, saat pelantikan dan pengambilan sumpah
PPPK yang digelar di Stadion Aji Imbut pada Senin (26/05/2025).
GEMA, yang diatur
dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 4 Tahun 2021,
merupakan program pembinaan keagamaan yang mencerminkan nilai-nilai spiritual
dan moral ASN di Kukar.
Sebab itu, Bupati menekankan
tidak hanya ASN namun kepada seluruh PPPK di lingkungan Pemkab Kukar diwajibkan
mengikuti program ini, sebagai bagian dari penilaian kinerja mereka.
“Saya ingin ASN, baik
PNS maupun PPPK, menjadi pelopor dalam Gerakan Etam Mengaji. Ini bukan hanya
kegiatan seremonial, tapi bagian dari pembentukan karakter dan integritas ASN
kita,” tegas Edi.
Edi juga menyampaikan
berkenaan dengan masa kontrak kerja PPPK
untuk tahun 2025 ditetapkan selama satu tahun, terhitung mulai 1 Maret 2025
hingga 28 Februari 2026.
Atas hal tersebut,
GEMA menjadi salah satu indikator evaluasi kinerja akan dilakukan secara
menyeluruh, termasuk kedisiplinan, produktivitas, serta integritas kerja.
“Bagi PPPK yang
terbukti memenuhi kriteria dan menunjukkan kinerja baik, kontrak dapat
diperpanjang hingga lima tahun ke depan,” katanya.
Dirinya juga
menekankan program GEMA ini berlaku bagi semua agama. Sehingga dalam hal ini
Pemkab Kukar tentu akan memberikan perhatian serius terhadap kedisiplinan dan
etika kerja.
Bupati Edi juga menegaskan
apabila ditemui PPPK yang tidak menunjukkan kinerja maksimal, bahkan bisa
diberhentikan sesuai isi kontrak.
“Program GEMA adalah
salah satu indikator penilaian. Maka saya instruksikan kepada kepala OPD dan
atasan langsung untuk memantau pelaksanaan GEMA di masing-masing perangkat
daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga
mengingatkan para ASN baik PNS maupun PPPK, wajib menjadi pelopor dalam
pelaksanaan GEMA, yang merupakan program pembinaan keagamaan bagi seluruh umat
beragama di Kukar.
Dengan memasukkan
GEMA dalam struktur kerja ASN, Edi berharap dapat menciptakan aparatur negara
yang tidak hanya profesional, tetapi juga berintegritas dan religius, sebagai
bagian dari pengabdian untuk masyarakat dan daerah di lingkungan Pemkab Kukar.
“Kita ingin ASN
menjadi teladan, bukan hanya dalam tugas administrasi tapi juga dalam hal moral
dan spiritual. GEMA adalah bagian dari karakter ASN Kukar,” tegasnya (Adv/Tan)